Bergabunglah bersama Kami.

Bergabung bersama GO-JEK sekarang dan rasakan manfaat bagi Anda dan sekitar.

Driver

Bergabunglah menjadi driver GO-JEK dan dapatkan jam kerja fleksibel dan pendapatan yang dapat Anda atur sendiri.

Bisnis

Daftarkan bisnis Anda di GO-JEK dan kenalkan bisnis Anda kepada jutaan pengguna kami.

Talent

Bergabunglah menjadi Mitra GO-JEK dan jadikan kesempatan ini untuk meningkatkan kemampuan dan pencapaian Anda.

Google, JD, dan Tencent Pimpin Fase Pertama Putaran Pendanaan Seri F GOJEK

Google, JD, dan Tencent Pimpin Fase Pertama Putaran Pendanaan Seri F GOJEK
  • GOJEK rampungkan fase pertama putaran pendanaan Seri F yang dipimpin oleh Google, JD.com, dan Tencent, serta beberapa investor lainnya termasuk Mitsubishi Corporation dan Provident Capital
  • Putaran pendanaan terbaru ini memperkuat kepercayaan investor terhadap posisi GOJEK selaku penyedia layanan mobile on-demand dan fasilitas pembayaran terbesar di Asia Tenggara berdasarkan gross transaction value (GTV). GOJEK dinilai memiliki keahlian dan kejelian dalam menangkap peluang pertumbuhan bisnis ekonomi digital yang berkembang pesat di Asia Tenggara 
  • Dana dari putaran ini akan digunakan untuk memperkuat kepemimpinan GOJEK di pasar Indonesia dalam layanan transportasi, pesan-antar makanan, logistik, pembayaran digital, dan layanan untuk para merchant, serta untuk terus mendorong ekspansi ke negara-negara Asia Tenggara lainnya

JAKARTA, 1 Februari 2019 - GOJEK telah merampungkan fase pertama dari putaran pendanaan Seri F yang dipimpin oleh Google, JD.com, dan Tencent, serta beberapa investor lainnya termasuk Mitsubishi Corporation dan Provident Capital. 

GOJEK merupakan platform mobile on-demand dan pembayaran digital terbesar di Asia Tenggara dengan total gross transaction value (GTV) lebih dari US$9 miliar dan total volume transaksi setahun mencapai 2 miliar pada akhir 2018. Kinerja ini mengukuhkan kepemimpinan GOJEK di layanan pembayaran digital dan pesan-antar makanan. Ekosistem GO-PAY memproses US$6,3 miliar GTV, sementara GO-FOOD memproses US$2 miliar GTV di sepanjang tahun 2018 - menjadikan GO-FOOD layanan pesan-antar makanan terbesar di Asia Tenggara. 

Investasi di fase pertama putaran pendanaan Seri F ini menunjukkan keyakinan investor terhadap peluang pertumbuhan bisnis GOJEK yang didukung oleh pertumbuhan pesat ekonomi digital di Asia Tenggara yang diperkirakan akan mencapai US$240 miliar pada 2025 (Google-Temasek e-conomy SEA Report 2018), serta terhadap kemampuan GOJEK untuk merealisasikan potensi pertumbuhan tersebut melalui perluasan model ekosistemnya yang unik. Penggunaan uang tunai masih mendominasi di Asia Tenggara dan setengah dari populasi usia dewasa di kawasan ini masih belum terjangkau layanan perbankan (World Bank 2016 report on financial inclusion in ASEAN); hal ini menjadi peluang besar khususnya untuk pertumbuhan layanan keuangan dan pembayaran. 

Diluncurkan pada Januari 2015, GOJEK kini menjadi salah satu pemain terdepan di Asia Tenggara untuk digital and mobile consumption. GOJEK saat ini telah berkembang menjadi super app y ang membentuk sebuah ekosistem untuk bertransaksi, menghubungkan jutaan konsumen dengan jutaan mitra pengemudi, mitra usaha (merchant) dan penyedia layanan (service provider).

Dana investasi yang terkumpul akan digunakan untuk memperdalam penetrasi pasar di Indonesia serta memperkuat ekspansi GOJEK di kawasan Asia Tenggara, setelah peluncuran GOJEK di Singapura, GO-VIET di Vietnam dan GET di Thailand.

Respon masyarakat di negara-negara tersebut sangat positif, melampaui ekspektasi. Di Vietnam, GO-VIET meraih sekitar 40% pangsa pasar layanan transportasi online roda dua dalam tiga bulan setelah diluncurkan di Agustus 2018. GO-FOOD di Vietnam telah menjadi pemain utama di antara layanan pesan-antar makanan sejenis lainnya hanya dalam dua bulan setelah diluncurkan di Ho Chi Minh dan menyusul di Hanoi. Di Singapura, aplikasi GOJEK versi beta telah dibuka untuk seluruh masyarakat sejak Januari 2019, memberikan pilihan nyata baik bagi pengguna maupun pengemudi.

Setelah putaran pendanaan Seri F ini, para pendiri GOJEK akan tetap memiliki kontrol terhadap pengambilan keputusan dan penentuan arah kebijakan perusahaan, agar mereka dapat merealisasikan visi jangka panjang perusahaan serta terus melakukan ekspansi dan pengembangan bisnis yang pesat.

Nadiem Makarim, CEO GOJEK Group, mengatakan: “Visi kami adalah untuk selalu menciptakan hal-hal yang bermanfaat untuk Indonesia dan memberikan dampak sosial yang positif melalui teknologi. Inovasi kami selalu berorientasi untuk memecahkan masalah baik bagi para pengguna dan maupun mitra kami. GOJEK telah sukses mempelopori model (multi-sided platform) dimana jutaan pengguna dapat mengakses berbagai layanan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, serta dimana para pelaku wirausaha dan mitra dapat mengakses pelanggan, meningkatkan pendapatan mereka, dan pada saat yang sama, mendapatkan akses terhadap berbagai layanan keuangan.

“GOJEK berawal dari ride-hailing, tapi dalam waktu singkat, kami telah menjadi pemimpin industri di berbagai layanan utama, seperti transportasi, layanan pesan-antar makanan, pembayaran digital, logistik, dan layanan mitra usaha. GO-FOOD telah menjadi layanan pesan-antar makanan terbesar di Asia Tenggara, sementara GO-PAY melejit menjadi platform pembayaran digital terdepan di Indonesia yang memfasilitasi tiga perempat dari pengguna mobile payment di Indonesia (Financial Times Research, 2018).

“Seiring dengan ekspansi internasional perusahaan, kami bangga dapat membawa visi kami ke lebih banyak negara di Asia Tenggara sekaligus menempatkan Indonesia pada peta dunia sebagai pusat inovasi teknologi di kawasan ini. GOJEK dan afiliasinya kini beroperasi di lima negara yang mencakup 204 kota dan kabupaten di Asia Tenggara. Kami juga memiliki jaringan lebih dari 2 juta mitra pengemudi dan 400.000 mitra merchants.

“Kesuksesan yang telah kami capai hingga hari ini merupakan bukti keahlian dan kejelian GOJEK dalam menciptakan dampak sosial positif secara luas, dan di saat yang sama juga menciptakan value u ntuk investor kami. Putaran pendanaan ini juga menunjukkan kepercayaan serta keyakinan investor terhadap kemampuan tim kami dalam mewujudkan visi perusahaan.”

Andre Soelistyo, Presiden GOJEK Group, mengatakan: “Kami sangat bangga karena baik investor yang telah mendukung kami sejak lama, maupun yang baru bergabung dalam putaran pendanaan ini, memahami nilai yang kami ciptakan dan mendukung visi yang ingin kami capai. GOJEK merupakan investasi yang begitu unik. Ini merupakan cara paling menarik untuk para investor berpartisipasi pada tahap awal transformasi ekonomi digital di Asia Tenggara, seperti yang ditunjukkan oleh peningkatan pesat dan kepemimpinan GOJEK di Indonesia yang merupakan pasar terbesar di kawasan ini.

Misi GOJEK adalah untuk menggunakan teknologi dalam mengatasi permasalahan sehari-hari yang dihadapi oleh pengguna, mitra pengemudi serta mitra usaha melalui kemitraan strategis dengan para pemimpin teknologi global. Kami bahkan berada di posisi yang semakin kuat untuk menghadirkan beragam inovasi produk dan pengalaman kepada jutaan masyarakat di Asia Tenggara.” 

--

Caesar Sengupta, General Manager of Payments and Vice-President leading the Next Billion Users initiative Google, mengatakan: “GOJEK membuat hidup masyarakat Indonesia dan Asia Tenggara lebih mudah dan di saat yang sama meningkatkan peluang ekonomi dalam prosesnya. Kami percaya kepada visi mereka, dan berkomitmen untuk terus mendukung inovasi dan pertumbuhan ekonomi yang mereka lakukan. Inilah mengapa kami sangat bersemangat untuk mendukung GOJEK, karena mereka bekerja untuk melayani lebih banyak lagi masyarakat di seluruh Asia Tenggara.” 

--

GOJEK melanjutkan kemitraan strategisnya dengan joint venture JD.com di Indonesia, yaitu JD.id dan J-Express (JX), perusahaan joint venture layanan pengantaran logistik, untuk mengembangkan kapabilitas logistik dan layanan e-commerce dari hulu ke hilir di Indonesia. Di bidang logistik, JX akan berkolaborasi dengan jaringan kurir terdepan GOJEK guna menyediakan layanan dan jangkauan logistik yang handal, efisien dengan harga yang kompetitif bagi para pelanggannya di seluruh Indonesia. Kemitraan ini juga akan melibatkan kolaborasi dalam hal solusi pembayaran digital, marketing, dan teknologi informasi dengan JD.id, untuk memberikan akses dan kemudahan dalam menawarkan produk-produk dan layanan berkualitas kepada lebih banyak lagi konsumen Indonesia.

Jon Liao, Chief Strategy Officer JD.com, mengatakan: “Investasi ini menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan kami terhadap bisnis dan potensi pertumbuhan GOJEK. Kepemimpinan GOJEK di pasar, pemahaman akan kebutuhan lokal yang tak tertandingi, serta jumlah pelanggan setianya yang sangat besar menjadikan GOJEK mitra strategis terpercaya bagi kami di Indonesia. Dengan adanya akses ke platform JD.id di aplikasi GOJEK, sebanyak 27 juta pengguna aktif per bulan GOJEK akan memiliki akses langsung ke produk-produk berkualitas yang ditawarkan oleh platform e-commerce J D.id. Sumber-sumber daya yang dimiliki GOJEK mulai dari marketing, branding, hingga layanan pembayaran digital akan membantu JD.id untuk memperluas cakupan konsumennya serta terus menyediakan pengalaman e-commerce terbaik untuk konsumen Indonesia. Seiring dengan berkembangnya JD.com di kawasan ini, kami menantikan untuk bekerja sama dengan GOJEK dalam menghadirkan inovasi-inovasi di bidang ritel, logistik, serta memberikan solusi bagi konsumen di Asia Tenggara.” 

--

Martin Lau, President Tencent, mengatakan: “Investasi kami di GOJEK merupakan tonggak penting bagi Tencent di Asia Tenggara. GOJEK terus mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar dan pertumbuhan yang pesat pada layanan-layanan utamanya, seraya membuat perkembangan berarti pada layanan dan inovasi barunya. Tambahan investasi ini akan memperkuat kerja sama kami dengan GOJEK di Asia Tenggara yang ekonominya tengah berkembang pesat dan memungkinkan perluasan kemitraan Tencent dengan skala global.”


###


LEMBAR FAKTA

Pertumbuhan pesat ekonomi digital di Asia Tenggara diperkirakan akan mencapai US$240 miliar pada 2025 (sumber: Laporan Google-Temasek e-conomy SEA 2018). Nilai pertumbuhan ekonomi digital kawasan Asia Tenggara telah melewati nilai PDB lebih dari 100 negara di dunia hanya dalam waktu tiga tahun. Pertumbuhan tersebut didukung dengan meningkatnya jumlah kelas menengah dan arus urbanisasi, serta semakin tingginya jumlah populasi yang dapat mengadopsi teknologi dengan cepat, di mana 90% pengguna internet mengaksesnya melalui smartphone. K epercayaan investor pada kawasan Asia Tenggara juga terus meningkat terbukti dengan jumlah pendanaan yang berhasil dikumpulkan oleh sektor teknologi hingga mencapai US$9,1 miliar pada semester pertama 2018, dibandingkan jumlah pendanaan sepanjang tahun 2017 sebesar US$9,4 miliar.

Indonesia memperbesar peluang pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara, tidak hanya karena jumlah populasi, tetapi juga karena ruang pemanfaatan teknologi yang terbuka lebar untuk berbagai produk dan layanan. Saat ini, penetrasi industri ride hailing dan layan-antar makanan online diperkirakan berada pada tingkat 2-3% dari populasi dibandingkan 14% di Tiongkok. Sedangkan, penetrasi pembayaran elektronik juga belum mencapai 1% dibandingkan penetrasi di Tiongkok yang mencapai 15%.

GOJEK telah menjadi contoh utama dan terdepan bagaimana perusahaan teknologi bisa berhasil dalam lingkungan penuh potensi pertumbuhan ini. Data-data berikut menunjukkan perkembangan perusahaan per 31 Desember 2018: 

Transportasi (Transport)

  • Tak hanya di Indonesia, layanan transportasi GOJEK kini juga telah tersedia di Singapura, Vietnam (GO-VIET) dan Thailand (GET).

  • Aplikasi GOJEK di Singapura sudah dapat digunakan masyarakat luas sejak Januari 2019 dan menawarkan pilihan nyata bagi konsumen dan mitra pengemudi.

  • GO-VIET diperkirakan telah berhasil merebut 40% pangsa pasar layanan transportasi roda dua hanya dalam 3 bulan sejak diluncurkan pada Agustus 2018.

  • GET meluncurkan layanan transportasi roda dua bermitra dengan ojek berlisensi yang dikenal dengan pengemudi ‘win’ di Thailand pada Desember 2018.

Pesan-Antar Makanan (Food)

  • Di Indonesia, GO-FOOD terus menjadi pemimpin pasar dengan GTV mencapai US$ 2 miliar.

  • Di Vietnam, hanya dalam waktu 2 bulan sejak diluncurkan di kota Ho Chi Minh dan baru-baru ini di Hanoi, GO-VIET telah menjadi pemain terdepan dibanding layanan pesan-antar makanan sejenis lainnya.

Pembayaran (Payments)

  • GO-PAY, platform pembayaran digital dari GOJEK dan penyedia layanan pembayaran digital terdepan di Indonesia kini sudah bisa digunakan di hampir 300.000 merchant online dan offline di Indonesia.

  • Berdasarkan riset Financial Times pada akhir 2018, GO-PAY tetap menjadi platform pembayaran digital terpopuler di Indonesia dan digunakan oleh lebih dari tiga-perempat pengguna pembayaran elektronik melalui mobile phone.

  • GO-PAY telah bermitra dengan lebih dari 28 institusi keuangan untuk membantu memberikan akses layanan dan jasa keuangan kepada jutaan keluarga Indonesia, yang sebelumnya tidak bisa mengakses layanan keuangan formal.

  • Awal bulan ini, GOJEK mengumumkan akuisisi Coins.ph - startup fintech lokal terkemuka di Filipina. GO-PAY akan bermitra dengan Coins.ph untuk meningkatkan penggunaan dan memperluas akses pembayaran non-tunai dan layanan perbankan guna memperdalam inklusi keuangan di Filipina.

ARTIKEL TERBARU