Bergabunglah bersama Kami.

Bergabung bersama GO-JEK sekarang dan rasakan manfaat bagi Anda dan sekitar.

Driver

Bergabunglah menjadi driver GO-JEK dan dapatkan jam kerja fleksibel dan pendapatan yang dapat Anda atur sendiri.

Bisnis

Daftarkan bisnis Anda di GO-JEK dan kenalkan bisnis Anda kepada jutaan pengguna kami.

Talent

Bergabunglah menjadi Mitra GO-JEK dan jadikan kesempatan ini untuk meningkatkan kemampuan dan pencapaian Anda.

72 Tahun di Garasi, Beginilah Kondisi Mobil Soekarno-Hatta

72 Tahun di Garasi, Beginilah Kondisi Mobil Soekarno-Hatta

Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan, GO-AUTO berkesempatan untuk mengunjungi salah satu museum bersejarah di Indonesia, yaitu Gedung Joang ‘45. Fakta menarik dari Gedung Joang '45 atau biasa disebut Museum Joang 45 yang diresmikan pada tahun 1975 oleh Presiden Soeharto adalah bahwa pada zaman Belanda, gedung ini merupakan sebuah hotel bernama Schomper. Dan sewaktu Jepang berkuasa di negeri ini, hotel Schomper diambil alih oleh Departemen Propaganda (Ganseikanbu Sendenbu) dan dikenal sebagai Gedung Menteng 31 yang digunakan sebagai pusat pendidikan pada waktu itu.

Di museum ini dapat dilihat jejak perjuangan kemerdekaan RI dengan koleksi benda-benda peninggalan para pejuang Indonesia, diantaranya adalah mobil dinas resmi Presiden dan Wakil Presiden RI Pertama yang dikenal dengan mobil REP 1 dan REP 2, dan Mobil Peristiwa Pemboman di Cikini. Penasarankan dengan ketiga mobil tersebut?


1. REP 1


Mobil ini merupakan sebuah mobil sedan hitam mewah jenis Buick seri 8, yang dikeluarkan oleh Buick Motor Division yang dilansir pada tahun 1939 dengan kapasitas mesin 5247 cc. Mobil ini merupakan Mobil Kepresidenan Republik Indonesia pertama yang digunakan pada masa setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia. Digunakan sebagai kendaraan Dinas Presiden RI pertama Soekarno pada tahun 1945 sampai 1949.

Kisah menarik dibalik mobil ini adalah pada awalnya mobil ini ditemukan pada tahun 1945 di belakang kantor Departemen Perhubungan Masa Pendudukan Jepang (sekarang kantor Direktorat Jendral Perhubungan Laut, Jalan Merdeka Timur, Jakarta) oleh Sudiro, ketua Barisan Banteng. Karena konon mobil tersebut adalah mobil terbagus di Jakarta saat itu, beliau lantas mendekati sopirnya dan membujuk untuk pulang ke kampungnya di Kebumen, dan meminta kunci serta mempersembahkannya kepada Presiden Soekarno sebagai kendaraan yang dirasa pantas untuk dinasnya sebagai Presiden dengan nomor polisi REP-1.

Meskipun sudah berumur puluhan tahun, mobil tersebut masih tampak berwibawa dan mengesankan, lho!


2. REP 2

Mobil sedan berwarna putih ini merupakan hasil keluaran DeSoto Cabriolet, yang adalah mobil dinas milik Wakil Presiden Mohammad Hatta. Mobil mewah ini dibuat pada tahun 1938, yang awalnya adalah kepemilikan dari seorang pengusaha di Jakarta dan juga merupakan paman dari Mohammad Hatta itu sendiri. Kemudian mobil itu dilihat cocok untuk dikendarai oleh keponakannya yang merupakan wakil Presiden Indonesia, sehingga beliau memberikan mobil mewah tersebut kepada Mohammad Hatta.


3. Mobil Peristiwa Pemboman di Cikini

Mobil ini merupakan mobil yang dipakai oleh Presiden Soekarno dalam perjalanannya menuju sekolah salah satu putrinya, yaitu Megawati Soekarnoputri. Mobil tersebut sudah dalam keadaan rusak mesinnya sehingga tidak dapat dijalankan kembali. Kisah mengapa mobil ini terkenal adalah karena ketika Presiden Soekarno sedang menghadiri acara sekolah putrinya yang berada di Perguruan Cikini, mobil tersebut tiba-tiba dilempari bom oleh para warga yang kurang menyukai Presiden Soekarno (dikenal sebagai Peristiwa Cikini). Untungnya beliau beserta Megawati selamat dari kecelakaan itu. Hanya saja teman dari anaknya menjadi salah satu korban dari peristiwa tersebut.

Seperti mobil Presiden Soekarno lainnya, mobil tersebut merupakan pemberian dari orang lain kepada beliau karena atas jasanya yang luar biasa.

Kondisi fisik dari ketiga mobil tersebut sampai saat ini sangatlah terjaga. Pihak museum tidak terlalu menjelaskan perawatan secara detail dari ketiga mobil tersebut. Namun, karena setiap tanggal 16 Agustus terdapat acara Napak Tilas Proklamasi Kemerdekaan di Gedung Joang ‘45 yang dimana mobil REP-1 dan REP-2 digunakan, maka terdapat perawatan intensif terhadap kedua mobil tersebut yang dilakukan mulai dari akhir bulan Juli setiap tahunnya.

Walaupun sudah lama eksis, kondisi mobil tersebut masih sangat terawat, lho. Hal ini juga tak lepas dari kerja sama yang baik oleh segenap pihak museum dalam merestorasi kendaraan tersebut. Oleh karena itu, yuk marilah kita sebagai generasi penerus bangsa untuk menghargai para pihak yang telah mau untuk merawat bukti sejarah bangsa dengan mengunjungi museum-museum nasional yang ada di sekitar kita.

Nah, bagaimana dengan mobil kamu? Yuk mulailah melakukan perawatan secara rutin terhadap mobil kamu, dan serahkan semua solusi otomotif kendaraan kamu kepada GO-AUTO. Merawat kendaraan kini tak perlu repot, karena bisa dilakukan dimana dan kapan saja hanya dengan GO-AUTO!

ARTIKEL TERKAIT